Jumat, Juni 5

Printer MAXIFY yaitu MB5370, MB5070 dan iB4070

Printer MAXIFY, Maksimal Efisiensinya Maksimal Bisnisnya

Kebutuhan cetak di perusahaan Anda begitu banyak? Belum lagi copy, scan, hingga fax. Semua harus dikerjakan dengan cepat, tapi tetap harus hemat. Canon menjawab kebutuhan para pelaku bisnis dengan menghadirkan MAXIFY. Printer inkjet seri terbaru dari Canon yang dirancang khusus bagi kalangan bisnis untuk mendukung produktivitas, namun tetap efisien.

Pada hari ini, Canon melalui pt. Datascrip sebagai authorized distributor-nya di Indonesia memperkenalkan tiga varian printer MAXIFY yaitu MB5370, MB5070 dan iB4070. MAXIFY MB5370 dan MB5070 merupakan printer multifungsi dengan berbagai fitur menarik termasuk memindai dokumen sekaligus mengirimkannya ke cloud. Printer single function MAXIFY iB4070 tepat untuk pelaku bisnis yang kesehariannya mencetak dokumen berwarna dalam jumlah yang banyak, namun tetap harus efisien dan cepat. Dengan dukungan layanan purna jual yang prima, Datascrip juga memberikan garansi printer MAXIFY hingga dua tahun selama periode peluncuran, yaitu hingga akhir Juni 2015.

Cetak Banyak, Cepat dan Hemat
Ketiga printer MAXIFY ini dirancang khusus untuk menangani kebutuhan cetak jumlah besar. MAXIFY MB5370 dan iB4070 memiliki 2 tempat pengisian kertas yang masing-masing dapat menampung 250 lembar, sedangkan MB5070 memiliki 1 tempat pengisian kertas kapasitas 250 lembar. Begitu pula dengan kapasitas tintanya, Anda bisa mencetak hingga 1.000 lembar (hitam putih) dan 700 lembar (warna). Ada juga tinta XL opsional yang bisa mencetak hingga 2.500 lembar (hitam putih) dan 1.500 lembar dokumen (warna). Waktu Anda jadi lebih efisien, tanpa harus sering-sering mengisi kertas atau tinta.

Pengguna juga diuntungkan karena printer ini memiliki kecepatan cetak di atas rata-rata printer inkjet pada umumnya. Untuk dokumen hitam putih kecepatannya 23 ipm dan 15 ipm untuk dokumen warna. Selain itu, Anda juga tidak perlu menunggu lama untuk mencetak karena hanya membutuhkan 7 detik saja ketika printer baru saja dinyalakan.

MAXIFY MB5370 merupakan printer desktop inkjet pertama dari Canon yang memiliki fitur single-pass 2-side Auto Document Feeder (ADF). Dilengkapi dengan sensor pemindai ganda membuat proses pemindaian menjadi lebih mudah, cepat dan efisien. Kerja Anda juga lebih produktif karena MB5370 dan MB5070 bisa mengirimkan hasil pindaian ke e-mail, jaringan atau cloud langsung dari printer.

Printer MAXIFY memiliki fitur penyimpanan untuk mendukung produktivitas bisnis. Anda dapat menyimpan 20 dokumen yang paling sering di-copy, dipindai atau di-fax, sehingga pada saat dibutuhkan kembali, Anda dapat secara cepat memunculkan dokumen tersebut. MB5370 dan MB5070 juga dapat diprogram waktu ON/OFF-nya, sehingga dapat lebih menghemat energi yang dikonsumsi.

Tinta Anti Air
Canon menyadari daya tahan hasil cetak dokumen menjadi pertimbangan dalam bisnis. Kadang teks dokumen menjadi rusak karena tangan yang berkeringat atau tersiram air. Untuk itu, Canon merilis teknologi tinta terbaru Dual Resistant High Density Ink (DRHD), tinta anti air yang membuat kualitas hasil cetak dokumen lebih tahan lama. Bahkan untuk penggunaan highlighter pada dokumen pun tidak menjadi masalah. Dengan tinta DRHD ini hasil cetak dokumen berupa teks terlihat  lebih tajam dan terang. Bahkan, jika Anda menggunakannya untuk cetak gambar atau foto untuk materi proposal, hasilnya akan membuat Anda lebih percaya diri. 

Cetak Mudah dan Aman
Anda juga bisa mencetak langsung dari laptop, smartphone atau tablet tanpa harus terhubung dengan kabel printer. Teknologi Wi-Fi yang ada pada ketiga printer ini memudahkan Anda untuk mencetak dari mana saja. Aplikasi MAXIFY Printing Solutions (MPS) juga memberikan keleluasaan untuk mencetak dan memindai dari gadget Anda yang berbasis sistem operasi iOS atau Android. Dokumen yang ada di Google Drive, OneDrive, Dropbox dan Evernote bisa langsung dicetak dari printer ini menggunakan layanan MAXIFY Cloud Link. Begitu juga hasil pindaian bisa langsung dikirimkan ke layanan cloud tersebut. Anda cukup mengatur lewat LCD layar sentuh pada printer MB5370 dan MB5070 dengan tampilan antar muka yang mudah.

Sebagai printer yang dapat digunakan oleh banyak pengguna, Canon memahami dari sisi keamanan. Untuk itu, ketiga printer ini dilengkapi fitur Setting Restrictions untuk mengatur akses dengan penggunaan password. Anda juga bisa mengatur hasil cetak hitam putih untuk proses copy sehingga menjamin keaslian dokumen. Jika diperlukan, port USB bisa dinonaktifkan untuk menghindari transfer dokumen  yang tersimpan dalam printer.

Anda juga bisa memantau seberapa sering printer digunakan untuk mencetak, meng-copy, memindai atau fax. Ini sangat bermanfaat untuk mencegah pemborosan, termasuk memantau seberapa sering pencetakan duplex dilakukan.

Garansi Dua Tahun
Datascrip memberikan garansi selama dua tahun untuk jajaran printer MAXIFY terbaru ini. Garansi ini bisa diperoleh selama periode peluncuran, yaitu hingga akhir Juni 2015. Layanan purnajual Datascrip Service Center hadir di 10 kota, yaitu Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Selain didukung oleh jaringan authorized service, Datascrip Service Center mempunyai lebih dari 45 repair center yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.
 
Printer MAXIFY hadir untuk memenuhi kebutuhan cetak dalam jumlah besar baik di perusahaan, instansi dan para pelaku bisnis besar atau pun kecil. Kapasitas baki penampung kertas dan tinta yang besar, serta kecepatan cetaknya dan didukung teknologi Wi-Fi membuat proses kerja jadi lebih produktif. Teknologi tinta terbaru membuat hasil cetak lebih prima dan tahan lama. Sejalan dengan komitmen kami dalam memberikan kepuasan bagi pelanggan, Datascrip juga memberikan garansi hingga dua tahun untuk jajaran printer MAXIFY,” ujar Merry Harun, Canon Division Director, pt. Datascrip.

pt. Datascrip sebagai authorized distributor Canon di Indonesia, memasarkan
MAXIFY MB5370                       dengan harga Rp. 4.125.000,-
MAXIFY MB5070                       dengan harga Rp. 2.875.000,-
MAXIFY iB4070                         dengan harga Rp. 2.175.000,-.

Tinta:
PGI2700 Black (mencetak hingga 1.000 halaman) dengan harga @ Rp. 275.000,-
PGI2700 Cyan/Magenta/Yellow (mencetak hingga 700 halaman) dengan harga  @ Rp. 190.000,-
PGI2700 Black – XL (mencetak hingga 2.500 halaman) dengan harga  @ Rp. 450.000,-
PGI2700 Cyan/Magenta/Yellow - XL (mencetak hingga 1.500 halaman) dengan harga @ Rp. 295.000,-

Sumber : www.datascrip.com

Jumat, Mei 29

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

       Seperti yang telah disinggung pada bab sebelumnya bahwa senyawa dapat digolongkan menjadi senyawa ionik dan senyawa kovalen. Senyawa yang terbentuk dengan akibat adanya pemakain bersama elektron dinamakan senyawa kovalen sedangkan senyawa yang terbentuk karena tarikan antara dua ion yang berbeda muatan disebut senyawa ionik.
       Cara lain untuk mengelompokan senyawa yaitu berdasarkan daya hantar listrik. Jika suatu senyawa dilarutkan dalam air dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit, dan sebaliknya jika larutan tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan nonelektrolit. Glukosa (C6H12O6), etanol (C2H5OH), gula tebu (C12H22O11), larutan urea (CONH2)2 merupakan beberapa contoh senyawa yang dalam bentuk padatan, lelehan maupun larutan tidak dapat menghantarkan arus listrik.
      Cara pengujian suatu senyawa termasuk elektrolit atau nonelektrolit dapat dilakukan dengan meghubungkan baterai dan lampu bohlam atau amperemeter yang dapat digunakan untuk mengatakan besarnya arus listrik yang melewati rangkaian. Kemudian ujung kabel dihubungkan pada dua buah elektroda.
      Setelah semua terhubung pengujian dapat dilakukan dengan mencelupkan kedua elektroda ke dalam larutan yang akan diuji. Ketika dicelupkan diperhatikan agar kedua elektrode tidak bersentuhan. Ketika elektroda dicelupkan jika lampu bohlam menyala maka dapat dikatakan senyawa tersebut termasuk golongan senyawa elektrolit. Begitu pula sebaliknya apabila ketika elektroda dicelupkan lampu bohlam tidak menyala maka dapat dikatakan senyawa tersebut termasuk golongan senyawa nonelektrolit.
gb3
Gambar rangkaian pengujian larutan elektrolit dan non elektrolit

Mengapa Larutan Menghantarkan Arus Listrik
             Larutan elektrolit dapat menghantarkan sedangkan larutan nonelektrolit tidak menghantarkanarus listrik, telah dijelaskan oleh seorang ahli kimia swedia Svante August Arrhenius (1859-1927). Menurut Arhenius larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena di dalam larutan tersebut terkandung atom-atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik (ion) yang bergerak bebas.
            Misalnya reaksi yang tejadi pada elektrolisis larutan tembaga klorida (CuCl). Ketika tembaga klorida dilarutkan dalam air tembaga klorida akan terurai menjadi ion Cu2+ dan ion 2Cl‾ yang terpisah satu sama lain dan bercampur dengan air. Ketika elektroda dicelupkan ion Cu2+ akan bergerak ke elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif dari baterai sedangkan Cl‾ akan bergerak ke elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif dari baterai. Elektroda yang dihubungkan dengan kutub negatif baterai disebut katoda, oleh sebab itu katoda bermuatan negatif. Sedangkan elektroda yang bermuatan positif dan dihubungkan dengan kutub positif disebut anoda.
             Dari proses elektrolisis ini pada anoda akan keluar gas klor yang berwarna kuning kehijauan sedangkan pada katoda ion Cu2+ akan direduksi menjadi Cu padat yang akan berkumpul menutupi elektroda dari katoda. Setengah reaksi yang terjadi pada katoda dan anoda adalah
clip_image004
Sumber Ion
             Ion-ion yang timbul dalam larutan elektrolit terdiri dari dua sumber yaitu ion yaga berasal dari senyawa ionik dan ion yang berasal dari senyawa kovalen polar. Semua senyawa ionik yang larut dalam air adalah elektrolit sedangkan senyawa lain yang larut dalam air ada yang elektrolit ada pula yang nonelektrolit.

Senyawa Ion
                   Senyawa ionik tersusun atas ion-ion baik dalam bentuk padat dan kering sekalipun. Senyawa-senyawa ionik dalam keadaan padat tidak dapat menghantarkan arus listrik karena tidak ada pergerakan dari ion-ion tersebut. Namun apabila senyawa ionik dilarutkan dalam suatu pelarut polar misalnya air maka senyawa ionik adalah suatu elektrolit. Perlu diketahui bahwa semua senyawa ionik yang dilarutkan dalam air dan lelehan senyawa ionik dari padatannya merupakan suatu elektrolit. Hal ini disebaabkan ion-ion yang ada bebas bergerak ke segala arah. Untuk senyawa ionik yang dilelehkan dari padatannya memiliki daya hantar listrik yang lebih baik dibanding larutannya.
             Air merupakan suatu pelarut yang baik untuk senyawa-senyawa ionik namun tidak memainkan peran yang istimewa dalam menghantarkan arus listrik. Air hanya dijadikan medium oleh ion-ion untuk bergerak.

Senyawa kovalen polar
             Senyawa-senyawa kovalen baik kovalen polar maupun nonpolar dalam keadaan normal tidak dapat menghantarkan arus listrik. Tetapi berdasarkan penelitian larutan dari senyawa kovalen polar dapat menghantarkan arus listrik jika dilarutkan dalam pelarut yang sesuai. Hal ini disebabkan senyawa kovalen polar dalam pelarut yang sesuai mampu membentuk ion-ion yang bergerak bebas. Misalnya senyawa kovalen polar mampu membentuk ion di dalam air tetapi tidak mamp membentuk ion di dalam benzena. HCl, NH3 dan CH3COOH merupakan beberapa contoh senyawa kovalen polar.
            Perubahan suatu senyawa menjadi ion-ion disebut proses ionisasi. Proses ionisasi merupakan salah satu cara menunjukan pembentukan ion-ion, umumnya ditulis tanpa melibatkan molekul air atau pelarut, namun terkadang molekul air dituliskan juga. Misalnya HCl yang dilarutkan dalam air dapat ditulis dalam dua persamaan:
clip_image006
Reaksi ionisasi dari CH3COOH dan NH3 dalam air dapat dilihat pada persamaan di bawah:
clip_image008
Penggolongan Elektrolit
Larutan elektrolit dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu
1. Elektrolit kuat
2. Elektrolit lemah
                Dari tiga senyawa di atas HCl, CH3COOH dan NH3, apabila diuji daya hantar listrik menggunakan konsentrasi larutan yang sama misalnya 1 M. maka dapat diketahui ternyata HCl memiliki daya hantar listrik yang lebih baik dibanding dua senyawa lainnya. Hal ini dapat dilihat pada lampu bohlam yang menyala lebih terang.
            Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa jumlah ion yang terbentuk dari HCl lebih banyak jika dibandingkan dengan dua senyawa tersebut. Artinya di dalam air sebagian besar HCl terurai menjadi ion H+ dan ion Cl‾ sedangkan CH3COOH dan NH3 hanya sebagian kecil yang terurai ion H3O+ dan ion CH3COO‾ dan NH4+ dan OH‾, sebagian besarnya masih tetap dalam bentuk molekul kovalen.
              Untuk senyawa-senyawa ionik yang dilarutkan didalam air ternyata memiliki daya hantar listrik yang baik. Hal ini disebabkan senyawa ionik tersusun atas ion-ion dan ketika dilarutkan dalam air ion-ion tersebut akan langsung menyebar secara merata di dalam air.
             Zat-zat yang seluruhnya atau hampir seluruhnya di dalam air terurai menjadi ion-ion sehingga memiliki daya hantar listrik yang baik disebut elektrolit kuat. Natrium klorida, asam sulfat, asam klorida, dan NaOH merupakan beberapa contoh elektrolit kuat. Senyawa yang termasuk elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang relatif baik walaupun memiliki konsentrasi yang kecil.
              Sebaliknya beberapa senyawa kovalen polar yang larut dalam air merupakan penghantar listrik yang jelek. Di dalam air zat-zat yang hanya sebagian kecil molekulnya terurai menjadi ion disebut elektrolit lemah. Lartuan asam asetat dan amonia dalam air merupakan contoh elektrolit lemah. Pada elektrolit lemah mempunyai daya hantar yang relatif jelek walaupun memiliki konsentrasi tinggi (pekat).
                       Dari percobaan daya hantar listrik, elektrolit kuat akan memberikan nyala bohlam yang terang sedangkan elektrolit lemah nyala bohlamnya redup atau hanya menimbulkan gelembung-gelumbung udara pada elektroda. Jika tidak ada reaksi atau perubahan, maka dapat dikatakan larutan tersebut termasuk larutan nonelektrolit.
               Larutan elektrolit dapat berupa asam, basa dan garam. Untuk asam dan basa dapat berupa elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Sedangkan garam yang mudah larut dalam air semuanya termasuk elektrolit kuat, sedangkan garam-garam yang sukar larut dalam air berupa elektrolit lemah walaupun tersusun atas ion-ion.
Beberapa senyawa yang tergolong elektrolit kuat adalah
1) Asam-asam kuat umumnya asam-asam anorganik, misalnya: HCl, HClO3, H2SO4 dan HNO3.
2) Basa-basa kuat yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, misalnya: NaOH, KOH, Ca(OH)2 dan Ba(OH)2.
3) Garam-garam yang mudah larut, misalnya: NaCl, KI dan Al2(SO4)3

Beberapa senyawa yang tergolong elektrolit lemah
1) Asam-asam lemah, sebagian asam anorganik dan sebagian besar asam organik misalnya: CH3COOH, HCN, H2CO3 dan H2S
2) Basa-basa lemah, misalnya amonia dan kebanyakan basa organik seperti NH4OH dan Ni(OH)2
3) Garam-garam yang sukar larut, misalnya: AgCl, CaCrO4 dan PbI2

Kegiatan Laboratorium
Lakukan kegiatan berikut untuk menguji daya hantar listrik beberapa zat.
Alat dan Bahan
  • Gelas kimia 100 ml
  • Baterai
  • Air suling 50 mL
  • Larutan HCl 1M 50 mL
  • Larutan asam cuka (CH3COOH) 1M 50 mL
  • Larutan NaOH 1M 50 mL
  • Larutan ammonia (NH3) 1 M 50 mL
  • Larutan gula 50 mL
  • Larutan NaCl 1M 50 mL
  • Etanol 70% 50 mL
  • Air leding dan air sumur 50 mL
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan catat pada lembar pengamatan
1) Amati dengan seksama, apa yang terjadi pada lampu dan batang elektroda
2) Diantara bahan yang diuji, manakah yang dapat menghantarkan arus listrik dan manakah yang tidak dapat menghantarkan listrik.
3) Jika ada yang menghantarkan arus listrik manakah yang termasuk elektrolit kuat dan manakah yang termasuk elektrolit lemah.
4) Diantara larutan elektrolit di atas, manakah zat terlarutnya yang memiliki ikatan ion dan ikatan kovalen.
Derajat Ionisasi
              Ketika suatu zat dilarutkan dalam air, maka terdapat 3 kemungkinan yang terjadi yakni zat tersebut larut secara sempurna, larut sebagian dan tidak larut dalam air. Banyaknya spesi yang terionisasi dalam air dapat diketahui menggunakan derajat ionisasi (α). Derajat ionisasi diartikan sebagai perbandingan jumlah mol atau molekul zat yang terurai atau terionisasi dengan banyaknya mol atau molekul zat mula-mula. Derajat ionisasi dapat ditulis sebagai
clip_image010
Harga α di antara 0 ≤ α ≥ 1. α = 0 artinya tidak terjadi ionisasi. Sedangkan α = 1 artinya terjadi ionisasi secara sempurna.
Contoh soal 1
Bila diketahui suatu reaksi sebagai berikut
clip_image012
Dari reaksi di atas tentukan derajat ionisasinya, apabila mula-mula 2 mol asam asetat dilarutkan dalam air dan menghasilkan ion H+ sebanyak 0,5 mol.
Jawab
Dari reaksi yang ada maka CH3COOH yang terurai adalah
 clip_image014
Maka derajat ionisasinya adalah
clip_image016

Contoh soal 2
Suatu basa dengan rumus L(OH)2 bila dilarutkan dalam air teionisasi sesuai reaksi berikut:
clip_image018
Jika mula-mula L(OH)2 sebanyak 2 mol dengan derajat ionisasi sebesar 0,3. Tentukanlah
a. Jumlah mol L(OH)2 yang terionisasi
b. Jumlah mol ion L2+ yang terbentuk
c. Jumlah mol L(OH)2 yang tersisa setelah terionisasi

Jawab
Reaksi ionisasi : L(OH)2 ––→ L2+ + 2OH‾
clip_image020
a. Jumlah mol L(OH)2 yang terionisasi
clip_image022
clip_image024
b. Jumlah mol ion L2+ yang terbentuk
clip_image026
c. Jumlah mol L(OH)2 yang tersisa setelah terionisasi clip_image028
clip_image030

Konsentrasi Larutan

     Larutan disebut juga campuran yang homogen. Disebut campuran karena susunannya dapat berubah-ubah dan disebut homogen susunannya begitu seragam sehingga batas antara zat-zat yang melarut dan pelarut tidak dapat dibedakan bahkan dengan mikroskop optis sekalipun. Campuran-campuran homogen dari gas, emas dan perunggu dapat dikatakan pula sebagai larutan. Tetapi istilah larutan biasanya digunakan untuk fasa cair.
     Zat-zat yang memiliki fasa padat dan gas lazimnya disebut sebagai zat terlarut (solute)sedangkan yang berfasa cair dikatakan sebagai pelarut. Suatu zat dikatakan sebagai pelarut apabila memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan jumlah zat terlarut. Dalam kondisi tertentu misalnya campuran antara alkohol dan air dengan perbandingan 50:50. Dari campuran tersebut sedikit meragukan untuk menentukan mana yang bertindak sebagai pelarut dan mana yang bertimdak sebagai zat terlarutnya. Dari campuran yang demikian air dan alkohol dapat dikatakan sebagai pelarut dan dapat pula dikatakan sebagai zat terlarut. Lain halnya dalam pembuatan sirup. Dalam pembuatan sirup jumlah gula lebih banyak dari jumlah air tetapi air tetap dikatakan sebagai pelarut karena dapat mempertahankan keadaan fisiknya sedangkan gula atau sukrosa disebut sebagai zat terlarut.
   Untuk menyatakan jumlah atau banyak zat terlarut dalam suatu larutan digunakan istilahkonsentrasi. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk menyatakan konsentrasi zat terlarut di dalam larutan.
1. Persen massa
clip_image002
Contoh
a. Berapa % gula dalam larutan yang dibuat dengan melarutkan 10 g gula dalam 70 g air.
clip_image004
b. Berapa gram gula yang terdapat dalam 500 gram larutan 12% massa gula.
clip_image006

2. Persen volume
clip_image008
     Konsentrasi suatu larutan dari dua cairan dinyatakan sebagai presentasi volume. Hal ini bisanya dijumpai pada konsentrasi minuman beralkohol. Misalnya vodka yang mengandung 15 persen alkohol artinya didalam 100 mL vodka terdapat 15 mL alkohol.
Misalnya menentukan % volume alkohol dari suatu campuran. 40 mL alkohol dicampur 50 mL aseton maka:
clip_image010

3. ppm dan ppb
      Untuk larutan yang sangat sangat encer untuk menyatakan konsentrasi digunakan satuan parts per million atau bagian perjuta (ppm), dan parts per billion atau bagian per milliar (ppb).
clip_image012
larutan dengan konsentrasi 1 bpj artinya mengandung 1 gram zat terlarut didalam tiap 1 juta gram larutan atau 1 mg zat terlarut dalam tiap 1 kg larutan.
clip_image014
Karena larutan yang sangat encer memiliki massa jenis = 1 g/mL, maka 1 bpj diartikan sebagai 1 miligram zat terlarut dalam 1 liter larutan.
clip_image016

4. Molalitas
Kemolalan menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 Kg pelarut.
clip_image018
clip_image020
clip_image022
clip_image024
Dengan, Mr = massa molar, P = berat pelarut (gram)
Contoh
1) Berapa molal larutan NaCl jika diketahui persen massa NaCl = 10%
Jawab
clip_image026
2) Berapa molalitas larutan yang dibuat dengan melarutkan 3 g urea (CO(NH)2)2) di dalam 500 g air? (Mr urea = 60)
Jawab
clip_image028

5. Molaritas (M)
Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan atau jumlah milimol zat terlarut dalam 1 mL larutan.
clip_image030

Larutan 0,50M artinya 0,50 mol zat dalam satu liter larutan atau 0,50 milimol zat dalam 1 mL larutan.
clip_image032
clip_image034
1L = 1 dm3 = 1000 mL = 1000 cm3
1 mol = 1000 mmol
Contoh
      Jika di dalam suatu botol pereaksi terdapat terdapat 250 mL larutan NaOH (Mr = 40) yang  konsentrasinya 0,4M. maka
a. Berapa jumlah mol NaOH yang terkandung di dalam larutan tersebut
b. Berapa gram NaOH yang terlarut di dalam larutan tersebut
Jawab
a. Volume larutan = 250 mL = 0,25 L
Mol NaOH yang terlarut = 0,25 L x 0,4 mol/L = 0,10 mol
b. Gram NaOH yang terlarut dalam larutan = mol NaOH x Mr NaOH
= 0,1 mol x 40 g/mol = 4 g

Hubungan molaritas larutan dengan % massa
clip_image036
clip_image038
clip_image040

       Didalam laboratorium tersedia larutan asam format (CHO2H) 4,6%. (Ar H = 1, C = 12 dan O = 16) dengan massa jenis 1,01 g/mL. Tentukan konsentrasi larutan tersebut…
Jawab
clip_image042
Atau
v Massa larutan = 1000 mL x 1,01 g/mL = 1010 g
v Massa zat terlarut = % massa x massa larutan = 4,6/100 x 1010 g = 46,46 g
v Mol CHO2H yang larut dalam 1 liter larutan = 46,46 g/46 g/mol = 1,01 mol

6. Fraksi mol (X)
        Fraksi mol menyatakan jumlah mol zat terlarut atau jumlah mol pelarut dalam jumlah mol total larutan.
clip_image044
clip_image046
clip_image048 
Contoh
1) Dalam suatu larutan 16% massa naftalena dalam benzena, tentukan fraksi mol masing-masing zat, jika diketahui Mr naftalena = 128 dan Mr benzena = 78?
Misalkan larutan total = 100 g
clip_image050
clip_image052
clip_image054
clip_image056
clip_image058
clip_image060
Hubungan Fraksi Mol, Kemolalan dan Kemolaran
        Konstrasi larutan dapat dikonfersikan dari satuan ke satuan yang lain.misalnya suatu larutan 40% NaNO3 dengan massa jenis 1,36 g/mL. Hitunglah fraksi mol, kemolalan dan kemolaran dari NaNO3? (Mr = 85)
Jawab
Massa larutan = 1000 mL x massa jenis
= 1000 mL x 1,36 g/mL
= 1360 gram
NaNO3 yang terlarut dalam 1 liter larutan
clip_image062
Massa molar NaNO3 = 85 g/mol 
clip_image064


Jumlah air dalam larutan
= massa larutan – massa NaNO3
= (1360-544) gram = 816 g
= 816 / 18 = 45,33 mol
a. Fraksi mol NaNO3
clip_image066
clip_image068
clip_image070
Fraksi mol H2O
clip_image072
clip_image074
clip_image076
b. Kemolalan
clip_image078
clip_image080
c. Kemolaran
clip_image082
clip_image084